BAB
I
TEKNIK
BUDIDAYA
(PEMBANGUNAN
POPULASI
DASAR)
1.1 TUJUAN
Praktikum
ini bertujuan untuk:
i) menyediakan
populasi dasar sebagai bahan pemuliaan,
ii) mahasiswa
mengerti dan menguasai teknik budidaya tanaman yang dicobakan yaitu jagung,
kacang panjang merah, kacang panjang hitam, mentimun, terong dan gambas.
1.2 PENDAHULUAN
Populasi
tanaman merupakan syarat utama yang harus ada dalam pemuliaan tanaman. Seorang
pemulia(breeder) dapat melakukan persilangan tanaman (hibridisasi) jika
tersedia populasi tanaman yang disilangkan. Untuk itu, seorang pemulia haruslah
menguasai teknik budidaya tanaman yang disilangkan.
Secara
umum teknik budidaya tanaman terdiri dari pengolahan tanah, pemupukan,
pembibitan, penanaman, perawatan tanaman,srta panen dan penanganan pasca panen.
Pada praktikum ini, diharapkan mahasiswa mampu melakukan teknik budidaya yang
benar dari beberapa komoditas yang akan dicobakan, diantaranya yaitu agung,
kacang panang merah, kacang panjang hitang, mentimun, terong, dan gambas.
1.3 BAHAN DAN METODE
1.3.1 Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan dalam praktikum ini adalah bibit jagung, kacang panjang merah,
kacang panang hitam, mentimun, terong, dan gambas. Selain itu, pupuk urea,
pupuk NPK, dan dolomit.
Sedangkan
alat yang digunakan adalah cangkul, parang, dan meteran.
1.3.2 Metode
A. Pengolahan
Tanah
Tanah
adalah salah satu komponen penting dalam budidaya tanaman. Tanah disebut
sebagai faktor yang penting karena fungsi da kegunaannya, yaitu sebagai tempat
atau kedudukan tanaman. Sebagai penyedia air da unsur hara bagi tanaman.
Metode
pengolahan tanah:
1. Ukuran
blok tiap kelompok adalah 5x5 m2, selanutnyadibersihkan dari vegetasi
pengganggu, biasanya dilakukan secara manual atau mengunakan bahan kimia
tertentu.
2. Setelah
bersih, lahan digemburkan dengan cara membalik tanah. Hal ini dilakukan agar
tanah menjadi remah, tidak keras, dan tidak terlalu banyak air.
3. Selanjutnya
tiap blok dibagi menjadi 3 bedengan, dimana masing-masing bdengan berukuran
lebar lebi kurang 1-1,5 M dan panjang 5 meter.
4. Antar
bedengan dibuatkan parit agar air tidak mengenang pada saat hujan, da untuk
mengalirkan air pada tanaman.
5. Selanjutnya
dilakukan pengapuran, dengan tuuan untuk meningkatkan pH tanah. Umla kapur atau
dolomit yang diberikan tergantung pada pH tanah pada saat setelah dibersihkan.
B. Penanaman
Penanaman
dilakukan satu minggu setelah tanah diolah, ini bertujuan agar pengapuran yang
dilakukan telah berfungsi dalam meningkatkan pH tanah. Arak tanam diatur
sedemikian rupatergantung dari komoditi yang akan ditanam (sesuai dengan petunjuk
asisten).
C. Pemupukan
Pemupukan
dilakukan bertujua untuk mencukupi hara tanaman.pupuk yang digunakan dalam
praktikum ini adalah pupuk dasar yaitu urea, KCl, TSP atau SP-36 atau bisa uga
diganti dengan pupuk majemuk (NPK).
D. Perawatan
tanaman
Perawatan
tanaman sangat penting dilakukan agar tanaman tumbuh dengan optimal dan bebas
dari persaingan dengan tumbuhan pengganggu. Kegiatan yang dilakukan pada saat
perawatan biasanya adalah dengan peniangan gulma, dan penggemburan tanah.
Apabila gulma dibiarkan tumbuh, maka akan mengganggu pertumbuhan tanama utama,
sedangkan penggemburan bertujuan untuk penyerapan hara.
PERTANYAAN
& JAWABAN
A). Pengolahan lahan
Pada
saat pengolaha lahan dilakukan pengapuran. Pengapuran diangap penting terutama
dilahan praktikum kita, karena lahannya bergambut.
1.
Kenapa
pengapuran itu penting dilakukan?
Jawab
: karena
pengapuran dapat menaikkan pH tanah dan mengurangi keracunan Al yang meracuni
secara tepat dan akurat. Akan tetapi pengapuran saja tidaklah cukup karena
defisiensi (kahat) unsur hara perlu diatasi dengan cara pemupukan, sedangkan
masalah daya ikat air yang rendah perlu diatasi dengan penambahan bahan organik
pada tanah.
2.
Apa
bahan yang digunakan untuk
pengapuran? Tuliskan
rumus kimianya!
Jawab
: Bahan
yang digunakan untuk pengapuran adalah pupuk dolomite, Pupuk Dolomit adalah
pupuk tunggal yang mengandung unsur hara
Magnesium (Mg) dan unsur kalsium berbentuk tepung (Ca), dengan rumus
kimia CaMg (CO3)2.
3.
Jelaskan,
apa fungsi dari bahan tersebut?
Jawab
: Fungsi
dolomit di bidang pertanian :
·
untuk menetralisir tanah yang sudah masam dan menahan
keasaman yang ditimbulkan oleh pupuk urea.
·
Pemberian pupuk yang terlalu banyak (dengan urea
maupun kalium) akan menurunkan Mg sehingga menyebabkan kehilangan kemampuan
berasimilasi dengan CO2. Dengan pemberian dolomit, pH tanah akan meningkat
sehingga unsur-unsur N, P, K akan menjadi semakin baik.
Pemberian kapur bertujuan untuk meningkatkan pH tanah dari sangat masam
atau masam ke pH agak netral atau netral, serta menurunkan kadar Al. Untuk
menaikkan kadar Ca dan Mg dapat diberikan dolomit, walaupun pemberian kapur
selain meningkatkan pH tanah juga dapat meningkatkan kadar Ca dan kejenuhan
basa. Terdapat hubungan yang sangat nyata antara takaran kapur dengan Al dan
kejenuhan Al. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, umumnya sekitar 3 t/ha,
berkisar antara 1-5t/ha. Kapur yang baik adalah kapur magnesium atau dolomit
yang dapat sekaligus mensuplai Ca dan Mg.
4.
Jelaskan
bagaimana bahan tersebut dapat meningkatkan pH tanah dan apa hubungannya dengan lahan
gambut dan penyerapan unsur hara?
Jawab :
Untuk mengatasi kendala kemasaman dan kejenuhan Al yang tinggi dapat dilakukan
pengapuran. Kemasaman dan kejenuhan Al yang tinggi dapat dinetralisir dengan
pengapuran. Pemberian kapur bertujuan untuk meningkatkan pH tanah dari sangat
masam atau masam ke pH agak netral atau netral, serta menurunkan kadar Al.
Untuk menaikkan kadar Ca dan Mg dapat diberikan dolomit, walaupun pemberian
kapur selain meningkatkan pH tanah juga dapat meningkatkan kadar Ca dan
kejenuhan basa. Terdapat hubungan yang sangat nyata antara takaran kapur dengan
Al dan kejenuhan Al. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, umumnya sekitar 3
t/ha, berkisar antara 1-5t/ha. Kapur yang baik adalah kapur magnesium atau
dolomit yang dapat sekaligus mensuplai Ca dan Mg.
lahan gambut merupakan lahan yang
memiliki kandungan bahan organik tinggi karena proses akumulasinya lebih besar
dari pada proses dekomposisi. Dekomposisi pada lahan gambut juga diperlambat
adanya genagan pada lahan. Kandungan pH yang rendah merupakan akibat dari
banyaknnya kandungan bahan organik yang menghasilkan asam-asam oraganik.
Asam-asam organik inilah yang menyebabkan pH tanah rendah hal ini juga
mengakibatkan kesuburan tanah rendah.
Untuk meningkatkan potensial dari lahan gambut hal yang di lakukan
adalah pengapuran.
Berdasarkan berbagai masalah tanah masam, maka prinsip utama pengelolaan
tanah masam adalah menaikkan pH tanah dan mengurangi kejenuhan Al yang meracun,
serta meningkatkan ketersediaan hara tanaman, terutama unsur hara P sehingga
sesuai dengan pertumbuhan tanaman yang optimal. Dari berbagai hasil peneletian
tentang pemanfaatan tanah masam di dunia, termasuk indonesia, dapat dinyatakan
bahwa tekhnologi yang paling tepat untuk mengendalikan masalah tanah masam
adalah dengan teknologi pengapuran secara terpadu.
Pengapuran di
nyatakan sebagai teknologi yang paling tapat dalam pemanfaatan tanah masam di
dasarkan atas beberapa pertimbangan. pertama, rekasi kapur sangat cepat dalam
menaikkan pH tanah dan menurunkan kelarutan Al yang meracun. Kedua, respons
tanaman sangat tinggi terhadap pemberian kapur pada tanah masam. Ketiga, efek
sisa kapur atau manfaat kapur dapat dinikmati selama 3 sampai 4 tahun
berikutnya. Keempat, bahan kapur cukup tersedia dan relatif murah, termasuk di
indonesia.
Dengan pemberian dolomit, pH tanah akan meningkat sehingga unsur-unsur
N, P, K akan menjadi semakin baik
5. Blok yang digunakan berukuran 5x5
M2. Berapa jumlah kapur yang dibutuhkan?
(jika pH lahan adalah 5,3 dan kebutuhan dolomit per hektar adalah 4,06 ton)
(jika pH lahan adalah 5,3 dan kebutuhan dolomit per hektar adalah 4,06 ton)
B. penanaman
1.
berapa
jarak tanam untuk masing-masing komoditas (dilakukan pertukaran data dengan
kelompok lain).
a. jagung : 20 x 80 cm
b. mentimun : -
c. kacang
panjang : 30 x 60 cm
d. Gambas : -
e. Terong : 60 x 60 cm
2.
dari
jrak tanam yang digunakan, berapa jumlah lubang tanam per bedengan dan plot,
berapa banyak benih yang ditana perlubang serta berapa kebutuhan benih untuk 1
plot.
Dalam pelaksanaan di buat 1 plot dalam 3 bedengan
yakni :
a.
bedengan
tanaman kacang panjang : terdiri dari dua baris dengan jumlah lubang tanam keseluruhan 48 lubang tanam.
Dengan kebutuhan benih : 2 benih / lubang x 48
lubang = 96 benih
b.
bedengan
tanaman jagung : terdiri dari dua baris dengan jumlah lubang tanam keseluruhan 76 lubang tanam.
Dengan kebutuhan benih : 2
benih / lubang x 76 lubang = 152 benih
c.
bedengan
tanaman terung : terdiri dari dua baris dengan jumlah lubang tanam keseluruhan 12 lubang tanam.
Dengan kebutuhan
benih/ bibit : 2 tanaman / lubangnya x 12 =24 tanaman (benih
tersebut melalui tahap penyemaian terlebih dahulu )
Jadi, untuk keseluruhan benih yang di butuhkan adalah
96 + 152 + 24 = 272 benih / plot
3.
jika
anda ingin bercocok tanam dengan luas 1 Ha, berapa jumlah bibit yang
diperlukan?
·
Jumlah bibit yang di perlukan untuk tanaman jagung
yakni :
Diketahui : jarak
tanam jagung 20 x 80, luas 1 Ha = 10.000 cm, jumlah benih / lubang = 2
Jumlah benih : panjang tanah /jarak tanam x lebar
tanah / jarak tanam x jumlah
benih/lubang.
10.000/20 x 10.000/80 x 2 = 125.000 benih
·
Jumlah bibit yang di perlukan untuk tanaman kacang
panjang yakni:
Diketahui : jarak
tanam kacang panjang 30 x 60, luas 1 Ha = 10.000 cm, jumlah benih / lubang = 2
Jumlah benih : panjang tanah /jarak tanam x lebar
tanah / jarak tanam x jumlah benih/lubang.
10.000/30 x 10.000/60 x 2 = 111.110 benih
·
Jumlah bibit yang di perlukan untuk tanaman terung
yakni:
Diketahui : jarak
tanam kacang panjang 60 x 60, luas 1 Ha = 10.000 cm, jumlah benih / lubang = 2
Jumlah benih : panjang tanah /jarak tanam x lebar
tanah / jarak tanam x jumlah benih/lubang.
10.000/60 x 10.000/60 x 2 = 55556 benih
4.
Berapa
persen tumbuh masing-masing tanama per plot?
Untuk keseluruhan dalam 1 plot kurang lebih 65 %
Namun, untuk persentase tumbuh untuk bedengan adalah :
a.
bedengan
kacang panjang 98%
b. bedengan jagung 100%
c. bedengan terung 0 %
C. Pemupukan
1.
Pupuk
apa saja yang anda gunakan?
Pupuk yang digunakan adalah pupuk kapur Dolomit
2.
Apa
fungsi dari masing-masing pupuk tersebut?
1. Fungsi
dolomit di bidang pertanian :
v untuk
menetralisir tanah yang sudah masam dan menahan keasaman yang ditimbulkan oleh
pupuk urea.
v Pemberian
pupuk yang terlalu banyak (dengan urea maupun kalium) akan menurunkan Mg
sehingga menyebabkan kehilangan kemampuan berasimilasi dengan CO2. Dengan
pemberian dolomit, pH tanah akan meningkat sehingga unsur-unsur N, P, K akan
menjadi semakin baik.
3.
Berapa
masing-masing dosis pupuk yang anda gunakan? (jelaskan cara perhitungannya).
Pupuk yang di gunakan hanya pupuk kapur dolomite
dengan kurang lebih 600 gr untuk keperluan 3 bedengan (pupuk telah di sediakan
oleh asdos).
Sebenarnya, untuk kebutuhan dosis pupuk kapur dolomite
dalam pertanian dapat di cari dengan :
Cara yang paling sederhana dalam menentukan
kebutuhan kapur pertanian ialah dengan menghitung selisih antara pH tanah yang
dituju dengan pH tanah aktual (pH tanah berdasarkan hasil pengujian dan
analisis) dikali 2000 kg kapur pertanian perhektar (untuk menaikan 1 point ph
tanah diperlukan 2ooo kg kapur pertanian.sudah baku).
Contoh
:
Dik : pH aktual 4,2
pH yang
dituju 5,8
jawab : 5,8-4,2 x 2000 kg
hasilnya : 3200 kg/hektar
artinya untuk menaikan pH dari pH sebelumnya 4,2
menjadi 5,8 dalam satu hektar luas lahan diperlukan 3200 kg kapur pertanian.
D. Pemeliharaan Tanaman
1.
Apa
tujuan pemeliharaan tanaman, dan apa saja yang diperlu diperhatikan dalam
pemeliharaan tanaman?
Tujuannya : Pemeliharaan tanaman merupakan proses
menciptakan, menjaga, dan memulihkan kestabilan kondisi tanaman dari stabilitas
cuaca, iklim, penyakit tanaman, hama, dan kebutuhan tanaman akan ; zat-zat
hara-kebutuhan air- dengan tujuan supaya setiap tanaman yang ada dalam
pengawasan kondisinya baik sesuai dengan harapan.
2.
Jelaskan
syarat tumbuh untuk masing-masing komoditi!
1.
JAGUNG
Syarat iklim
·
Tanaman jagung tumbuh di tanah tropic dan sub tropic
·
Tanaman jagung dapat beradaptasi luas terhadap
lingkungan tumbuh
·
Ketinggian
tempat antara 0-1300 m dpl
·
Suhu udara 13 -38 derajat celcius
·
Selama pertumbuhan, jagung membutuhkan suhu optimum
23-27 derajat celcius (suhu bukan masalah bagi perkembangan jagung)
·
Curah hujan optimum adalah 100 mm-125 mm per bulan
·
Untuk
pertumbuhan dan produksi jagung memerlukan penyinaran matahari penuh
·
Umumnya tanaman jagung (Zea mays L) memiliki daya
adaptasi yang baik di derah tropis seperti di Indonesia.
·
Tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik
didataran rendah sampai dataran tinggi (pengunungan) yang berketinggian 1800 mdpl (Rukmana, 1997).
·
Untuk iklim yang mempengaruhi pertumbuhan tanman
jagung (Zea mays L) antara lain adalah curah hujan > 1200 mm (S1), suhu 20 –
> 26 oC dan penyinaran. Intensitas
cahaya matahari merupakan faktor penting
untuk pertumbuhan tanaman jagung selama pertumbuhannya harus mendapat
cahaya matahari yang cukup. Tanaman yang ternaungi pertumbuhannya terhambat dan
memberikan hasil yang kurang baik ( Sotoro dkk, 1998).
Syarat tanah
Tanaman jagung membutuhkan tanah yang
bertekstur lempung, lempung berdebu, atau lempung berpasir dengan struktur
tanah remah, aerasi dan drainase baik, serta endap air. Keadaan tanah ini dapat
memacu pertumbuhan dan produksi jagung bila tanahnya subur, gembur dan kaya
bahan organik. Tanah yang kekurangan air dapat menimbulkan penurunan produksi
jagung hingga 15%.
Tanaman jagung tahan terhadap pH tanah 5,5
sedangkan pH tanah yang paling baik adalah 6,8. Dari hasil penelitian bahwa
reaksi tanah pH 6,8 dapat menimbulkan hasil yang tinggi. Pada tanah dengan pH
7,5 dan pH tanah di bawah 5,7 pada jagung cendrung menurun. Jenis tanah di
Indonesia dengan jenis tanah podsolik merah kuning (PMK) yang mempunyai pH
tanah rata-rata rendah (masam) untuk penanaman jagung perlu dilakukan
pengapuran terlebih dahulu. Penanaman jagung (Zea mays L) umunya dilakukan
dilahan kering (tegalan) dan lahan basa (sawah). Tanaman jagung di lahan kering umumnya
dikaitkan dengan pola tanam yang sesuai pada derah setempat. Sementara peneneman jagung di lahan sawah umumnya
dilakukan pad musim kemrau setelah panen tanaman padi. Tanaman jagung mempunyai
daya adaptasi yang baik terhadap berbagai jenis tanah (Rukmana, 1997). Tanah
sebagai tempat tumbuh tanaman jagung harus mempunyai kandungan hara yang
cukup. Tersedianya air dan zat makanan
di dalam tanah sangat menujang proses pertumbuhan tanaman hingga produksi.
Kemasaman tanah yang cocok adalah pada pH tanah 6,0 – 7,0 (S1) dengan salinitas
< 2 mmhos/cm (Djaenuddin, 1994).
2. KACANG
PANJANG
SYARAT TUMBUH
A.. Tanah
Kacang panjang dapat tumbuh dengan baik
ditanam di dataran tinggi, yaitu sekitar 1.500-2000 meter di atas permukaan
laut. Jenis tanah yang cocok adalah regosol karena mempunyai drainase yang
baik. Tanah regosol hanya terdapat di daerah pegunungan yang mempunyai iklim
sedang dengan curah hujan di atas 1500 mm/tahun. Tanah regosol biasanya
berwarna kelabu, cokelat, dan kuning, bertekstur pasir sampai berbutir tunggal
dan permeabel. Derajat keasaman (pH) yang optimal untuk pertumbuhan kacang
panjang adalah 5,5 – 6.
B. Iklim
a. Curah
Hujan
Kacang panjang dapat tumbuh
dengan baik pada daerah dengan curah hujan 1.500 – 2.500 mm per tahun. Tanaman ini paling baik ditanam pada akhir
musim kemarau (menjelang musim hujan) atau akhir musim hujan (menjelang musim
kemarau). Pada saat peralihan, air hujan tidak begitu banyak sehingga sangat
cocok untuk fase pertumbuhan awal kacamg panjang, fase pengisian, dan pemasakan
polong. Pada fase tersebut dikhawatirkan terjadi serangan penyakit bercak bila
curah hujan terlalu tinggi.
b. Suhu
Suhu udara yang paling baik untuk pertumbuhan
kacang panjang adalah 20 – 25°C. Pada suhu kurang dari 20 °C tanaman tidak
dapat melakukan proses fotosintesis dengan baik, akibatnya pertumbuhan tanaman
menjadi terhambat .
c. Cahaya
Cahaya matahari diperlukan oleh
tanaman untuk proses fotosintesis. Umumnya kacang panjang membutuhkan cahaya
matahari yang besar .
d.
Kelembapan udara
Kelembapan yang diperlukan kacang panjang
sekitar 45 – 50 % . Kelembapan ini agak sulit diukur, tetapi dapat diperkirakan
dari suburnya.
3.
TERUNG
DAFTAR
PUSTAKA
http://wahyuaskari.wordpress.com/akademik/tanaman-jagung/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar