Translate

Senin, 27 Januari 2014

LAPORAN PEMULIAAN TANAMAN BAB 1 "TEKNIK BUDIDAYA"



BAB I
TEKNIK BUDIDAYA
(PEMBANGUNAN POPULASI DASAR)

1.1 TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk:
i)     menyediakan populasi dasar sebagai bahan pemuliaan,
ii)   mahasiswa mengerti dan menguasai teknik budidaya tanaman yang dicobakan yaitu jagung, kacang panjang merah, kacang panjang hitam, mentimun, terong dan gambas.
1.2 PENDAHULUAN
Populasi tanaman merupakan syarat utama yang harus ada dalam pemuliaan tanaman. Seorang pemulia(breeder) dapat melakukan persilangan tanaman (hibridisasi) jika tersedia populasi tanaman yang disilangkan. Untuk itu, seorang pemulia haruslah menguasai teknik budidaya tanaman yang disilangkan.
Secara umum teknik budidaya tanaman terdiri dari pengolahan tanah, pemupukan, pembibitan, penanaman, perawatan tanaman,srta panen dan penanganan pasca panen. Pada praktikum ini, diharapkan mahasiswa mampu melakukan teknik budidaya yang benar dari beberapa komoditas yang akan dicobakan, diantaranya yaitu agung, kacang panang merah, kacang panjang hitang, mentimun, terong, dan gambas.
1.3 BAHAN DAN METODE
1.3.1 Bahan dan Alat              
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah bibit jagung, kacang panjang merah, kacang panang hitam, mentimun, terong, dan gambas. Selain itu, pupuk urea, pupuk NPK, dan dolomit.
Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul, parang, dan meteran.

1.3.2 Metode
A.    Pengolahan Tanah
Tanah adalah salah satu komponen penting dalam budidaya tanaman. Tanah disebut sebagai faktor yang penting karena fungsi da kegunaannya, yaitu sebagai tempat atau kedudukan tanaman. Sebagai penyedia air da unsur hara bagi tanaman.
Metode pengolahan tanah:
1.      Ukuran blok tiap kelompok adalah 5x5 m2, selanutnyadibersihkan dari vegetasi pengganggu, biasanya dilakukan secara manual atau mengunakan bahan kimia tertentu.
2.      Setelah bersih, lahan digemburkan dengan cara membalik tanah. Hal ini dilakukan agar tanah menjadi remah, tidak keras, dan tidak terlalu banyak air.
3.      Selanjutnya tiap blok dibagi menjadi 3 bedengan, dimana masing-masing bdengan berukuran lebar lebi kurang 1-1,5 M dan panjang 5 meter.
4.      Antar bedengan dibuatkan parit agar air tidak mengenang pada saat hujan, da untuk mengalirkan  air pada tanaman.
5.      Selanjutnya dilakukan pengapuran, dengan tuuan untuk meningkatkan pH tanah. Umla kapur atau dolomit yang diberikan tergantung pada pH tanah pada saat setelah dibersihkan.
B.     Penanaman
Penanaman dilakukan satu minggu setelah tanah diolah, ini bertujuan agar pengapuran yang dilakukan telah berfungsi dalam meningkatkan pH tanah. Arak tanam diatur sedemikian rupatergantung dari komoditi yang akan ditanam (sesuai dengan petunjuk asisten).
C.     Pemupukan
Pemupukan dilakukan bertujua untuk mencukupi hara tanaman.pupuk yang digunakan dalam praktikum ini adalah pupuk dasar yaitu urea, KCl, TSP atau SP-36 atau bisa uga diganti dengan pupuk majemuk (NPK).

D.    Perawatan tanaman
Perawatan tanaman sangat penting dilakukan agar tanaman tumbuh dengan optimal dan bebas dari persaingan dengan tumbuhan pengganggu. Kegiatan yang dilakukan pada saat perawatan biasanya adalah dengan peniangan gulma, dan penggemburan tanah. Apabila gulma dibiarkan tumbuh, maka akan mengganggu pertumbuhan tanama utama, sedangkan penggemburan bertujuan untuk penyerapan hara.
PERTANYAAN & JAWABAN
A). Pengolahan lahan
Pada saat pengolaha lahan dilakukan pengapuran. Pengapuran diangap penting terutama dilahan praktikum kita, karena lahannya bergambut.
1.      Kenapa pengapuran itu penting dilakukan?
Jawab : karena pengapuran dapat menaikkan pH tanah dan mengurangi keracunan Al yang meracuni secara tepat dan akurat. Akan tetapi pengapuran saja tidaklah cukup karena defisiensi (kahat) unsur hara perlu diatasi dengan cara pemupukan, sedangkan masalah daya ikat air yang rendah perlu diatasi dengan penambahan bahan organik pada tanah.
2.      Apa bahan yang digunakan untuk pengapuran? Tuliskan rumus kimianya!
Jawab : Bahan yang digunakan untuk pengapuran adalah pupuk dolomite, Pupuk Dolomit adalah pupuk tunggal yang mengandung unsur hara  Magnesium (Mg) dan unsur kalsium berbentuk tepung (Ca), dengan rumus kimia CaMg (CO3)2.

3.      Jelaskan, apa fungsi dari bahan tersebut?
Jawab : Fungsi dolomit di bidang pertanian :
·         untuk menetralisir tanah yang sudah masam dan menahan keasaman yang ditimbulkan oleh pupuk urea.
·         Pemberian pupuk yang terlalu banyak (dengan urea maupun kalium) akan menurunkan Mg sehingga menyebabkan kehilangan kemampuan berasimilasi dengan CO2. Dengan pemberian dolomit, pH tanah akan meningkat sehingga unsur-unsur N, P, K akan menjadi semakin baik.
Pemberian kapur bertujuan untuk meningkatkan pH tanah dari sangat masam atau masam ke pH agak netral atau netral, serta menurunkan kadar Al. Untuk menaikkan kadar Ca dan Mg dapat diberikan dolomit, walaupun pemberian kapur selain meningkatkan pH tanah juga dapat meningkatkan kadar Ca dan kejenuhan basa. Terdapat hubungan yang sangat nyata antara takaran kapur dengan Al dan kejenuhan Al. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, umumnya sekitar 3 t/ha, berkisar antara 1-5t/ha. Kapur yang baik adalah kapur magnesium atau dolomit yang dapat sekaligus mensuplai Ca dan Mg.
4.      Jelaskan bagaimana bahan tersebut dapat meningkatkan pH tanah dan apa hubungannya dengan lahan gambut dan penyerapan unsur hara?
Jawab : Untuk mengatasi kendala kemasaman dan kejenuhan Al yang tinggi dapat dilakukan pengapuran. Kemasaman dan kejenuhan Al yang tinggi dapat dinetralisir dengan pengapuran. Pemberian kapur bertujuan untuk meningkatkan pH tanah dari sangat masam atau masam ke pH agak netral atau netral, serta menurunkan kadar Al. Untuk menaikkan kadar Ca dan Mg dapat diberikan dolomit, walaupun pemberian kapur selain meningkatkan pH tanah juga dapat meningkatkan kadar Ca dan kejenuhan basa. Terdapat hubungan yang sangat nyata antara takaran kapur dengan Al dan kejenuhan Al. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, umumnya sekitar 3 t/ha, berkisar antara 1-5t/ha. Kapur yang baik adalah kapur magnesium atau dolomit yang dapat sekaligus mensuplai Ca dan Mg.
lahan gambut  merupakan lahan yang memiliki kandungan bahan organik tinggi karena proses akumulasinya lebih besar dari pada proses dekomposisi. Dekomposisi pada lahan gambut juga diperlambat adanya genagan pada lahan. Kandungan pH yang rendah merupakan akibat dari banyaknnya kandungan bahan organik yang menghasilkan asam-asam oraganik. Asam-asam organik inilah yang menyebabkan pH tanah rendah hal ini juga mengakibatkan kesuburan tanah rendah.
Untuk meningkatkan potensial dari lahan gambut hal yang di lakukan adalah pengapuran.
Berdasarkan berbagai masalah tanah masam, maka prinsip utama pengelolaan tanah masam adalah menaikkan pH tanah dan mengurangi kejenuhan Al yang meracun, serta meningkatkan ketersediaan hara tanaman, terutama unsur hara P sehingga sesuai dengan pertumbuhan tanaman yang optimal. Dari berbagai hasil peneletian tentang pemanfaatan tanah masam di dunia, termasuk indonesia, dapat dinyatakan bahwa tekhnologi yang paling tepat untuk mengendalikan masalah tanah masam adalah dengan teknologi pengapuran secara terpadu.
  Pengapuran di nyatakan sebagai teknologi yang paling tapat dalam pemanfaatan tanah masam di dasarkan atas beberapa pertimbangan. pertama, rekasi kapur sangat cepat dalam menaikkan pH tanah dan menurunkan kelarutan Al yang meracun. Kedua, respons tanaman sangat tinggi terhadap pemberian kapur pada tanah masam. Ketiga, efek sisa kapur atau manfaat kapur dapat dinikmati selama 3 sampai 4 tahun berikutnya. Keempat, bahan kapur cukup tersedia dan relatif murah, termasuk di indonesia.
Dengan pemberian dolomit, pH tanah akan meningkat sehingga unsur-unsur N, P, K akan menjadi semakin baik

5.      Blok yang digunakan berukuran 5x5 M2. Berapa jumlah kapur yang dibutuhkan?
(jika pH lahan adalah 5,3 dan kebutuhan dolomit per hektar adalah 4,06 ton)

B. penanaman
1.      berapa jarak tanam untuk masing-masing komoditas (dilakukan pertukaran data dengan kelompok lain).
a.       jagung                                    : 20 x 80 cm
b.      mentimun                   : -
c.       kacang panjang          : 30 x 60 cm
d.      Gambas                      : -
e.       Terong                        : 60 x 60 cm
2.      dari jrak tanam yang digunakan, berapa jumlah lubang tanam per bedengan dan plot, berapa banyak benih yang ditana perlubang serta berapa kebutuhan benih untuk 1 plot.
Dalam pelaksanaan di buat 1 plot dalam 3 bedengan yakni :
a.       bedengan tanaman kacang panjang : terdiri dari dua baris dengan jumlah lubang  tanam keseluruhan 48 lubang tanam.
 Dengan kebutuhan benih : 2 benih / lubang x 48 lubang = 96 benih
b.      bedengan tanaman jagung : terdiri dari dua baris dengan jumlah lubang  tanam keseluruhan 76 lubang tanam.
Dengan kebutuhan benih : 2 benih / lubang x 76 lubang = 152 benih
c.       bedengan tanaman terung : terdiri dari dua baris dengan jumlah lubang  tanam keseluruhan 12 lubang tanam.
Dengan kebutuhan benih/ bibit : 2 tanaman / lubangnya x 12 =24 tanaman  (benih  tersebut melalui tahap penyemaian terlebih dahulu )
Jadi, untuk keseluruhan benih yang di butuhkan adalah 96 + 152 + 24 = 272 benih / plot
3.      jika anda ingin bercocok tanam dengan luas 1 Ha, berapa jumlah bibit yang diperlukan?
·         Jumlah bibit yang di perlukan untuk tanaman jagung yakni :
Diketahui :      jarak tanam jagung 20 x 80, luas 1 Ha = 10.000 cm, jumlah benih / lubang = 2
Jumlah benih : panjang tanah /jarak tanam x lebar tanah / jarak tanam x jumlah
benih/lubang.
                         10.000/20 x 10.000/80 x 2 = 125.000 benih

·         Jumlah bibit yang di perlukan untuk tanaman kacang panjang yakni:
Diketahui :      jarak tanam kacang panjang 30 x 60, luas 1 Ha = 10.000 cm, jumlah benih / lubang = 2
Jumlah benih : panjang tanah /jarak tanam x lebar tanah / jarak tanam x jumlah benih/lubang.
                         10.000/30 x 10.000/60 x 2 = 111.110 benih

·         Jumlah bibit yang di perlukan untuk tanaman terung yakni:
Diketahui :      jarak tanam kacang panjang 60 x 60, luas 1 Ha = 10.000 cm, jumlah benih / lubang = 2
Jumlah benih : panjang tanah /jarak tanam x lebar tanah / jarak tanam x jumlah benih/lubang.
                         10.000/60 x 10.000/60 x 2 = 55556 benih

4.      Berapa persen tumbuh masing-masing tanama per plot?
Untuk keseluruhan dalam 1 plot kurang lebih  65 %
Namun, untuk persentase tumbuh untuk bedengan adalah :
a.       bedengan kacang panjang 98%
b.      bedengan jagung 100%
c.       bedengan terung 0 %
C. Pemupukan
1.      Pupuk apa saja yang anda gunakan?
Pupuk yang digunakan adalah pupuk kapur Dolomit
2.      Apa fungsi dari masing-masing pupuk tersebut?
1.      Fungsi dolomit di bidang pertanian :
v  untuk menetralisir tanah yang sudah masam dan menahan keasaman yang ditimbulkan oleh pupuk urea.
v  Pemberian pupuk yang terlalu banyak (dengan urea maupun kalium) akan menurunkan Mg sehingga menyebabkan kehilangan kemampuan berasimilasi dengan CO2. Dengan pemberian dolomit, pH tanah akan meningkat sehingga unsur-unsur N, P, K akan menjadi semakin baik.

3.      Berapa masing-masing dosis pupuk yang anda gunakan? (jelaskan cara perhitungannya).
Pupuk yang di gunakan hanya pupuk kapur dolomite dengan kurang lebih 600 gr untuk keperluan 3 bedengan (pupuk telah di sediakan oleh asdos).
Sebenarnya, untuk kebutuhan dosis pupuk kapur dolomite dalam pertanian dapat di cari dengan :
 Cara yang paling sederhana dalam menentukan kebutuhan kapur pertanian ialah dengan menghitung selisih antara pH tanah yang dituju dengan pH tanah aktual (pH tanah berdasarkan hasil pengujian dan analisis) dikali 2000 kg kapur pertanian perhektar (untuk menaikan 1 point ph tanah diperlukan 2ooo kg kapur pertanian.sudah baku).
Contoh :
Dik : pH aktual 4,2
        pH yang dituju 5,8
jawab : 5,8-4,2 x 2000 kg
hasilnya : 3200 kg/hektar
artinya untuk menaikan pH dari pH sebelumnya 4,2 menjadi 5,8 dalam satu hektar luas lahan diperlukan 3200 kg kapur pertanian.

D.  Pemeliharaan Tanaman
1.      Apa tujuan pemeliharaan tanaman, dan apa saja yang diperlu diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman?
Tujuannya : Pemeliharaan tanaman merupakan proses menciptakan, menjaga, dan memulihkan kestabilan kondisi tanaman dari stabilitas cuaca, iklim, penyakit tanaman, hama, dan kebutuhan tanaman akan ; zat-zat hara-kebutuhan air- dengan tujuan supaya setiap tanaman yang ada dalam pengawasan kondisinya baik sesuai dengan harapan.

2.      Jelaskan syarat tumbuh untuk masing-masing komoditi!
1.      JAGUNG
Syarat iklim
·         Tanaman jagung tumbuh di tanah tropic dan sub tropic
·         Tanaman jagung dapat beradaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh
·          Ketinggian tempat antara 0-1300 m dpl
·         Suhu udara 13 -38 derajat celcius
·         Selama pertumbuhan, jagung membutuhkan suhu optimum 23-27 derajat celcius (suhu bukan masalah bagi perkembangan jagung)
·         Curah hujan optimum adalah 100 mm-125 mm per bulan
·          Untuk pertumbuhan dan produksi jagung memerlukan penyinaran matahari penuh
·         Umumnya tanaman jagung (Zea mays L) memiliki daya adaptasi yang baik di derah tropis seperti di Indonesia.
·         Tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik didataran rendah sampai dataran tinggi (pengunungan) yang berketinggian  1800 mdpl (Rukmana, 1997).
·         Untuk iklim yang mempengaruhi pertumbuhan tanman jagung (Zea mays L) antara lain adalah curah hujan > 1200 mm (S1), suhu 20 – > 26 oC dan penyinaran.  Intensitas cahaya matahari merupakan faktor penting  untuk pertumbuhan tanaman jagung selama pertumbuhannya harus mendapat cahaya matahari yang cukup. Tanaman yang ternaungi pertumbuhannya terhambat dan memberikan hasil yang kurang baik ( Sotoro dkk, 1998).
Syarat tanah
 Tanaman jagung membutuhkan tanah yang bertekstur lempung, lempung berdebu, atau lempung berpasir dengan struktur tanah remah, aerasi dan drainase baik, serta endap air. Keadaan tanah ini dapat memacu pertumbuhan dan produksi jagung bila tanahnya subur, gembur dan kaya bahan organik. Tanah yang kekurangan air dapat menimbulkan penurunan produksi jagung hingga 15%.
 Tanaman jagung tahan terhadap pH tanah 5,5 sedangkan pH tanah yang paling baik adalah 6,8. Dari hasil penelitian bahwa reaksi tanah pH 6,8 dapat menimbulkan hasil yang tinggi. Pada tanah dengan pH 7,5 dan pH tanah di bawah 5,7 pada jagung cendrung menurun. Jenis tanah di Indonesia dengan jenis tanah podsolik merah kuning (PMK) yang mempunyai pH tanah rata-rata rendah (masam) untuk penanaman jagung perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Penanaman jagung (Zea mays L) umunya dilakukan dilahan kering (tegalan) dan lahan basa (sawah).  Tanaman jagung di lahan kering umumnya dikaitkan dengan pola tanam yang sesuai pada derah setempat. Sementara  peneneman jagung di lahan sawah umumnya dilakukan pad musim kemrau setelah panen tanaman padi. Tanaman jagung mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai jenis tanah (Rukmana, 1997). Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman jagung harus mempunyai kandungan hara yang cukup.  Tersedianya air dan zat makanan di dalam tanah sangat menujang proses pertumbuhan tanaman hingga produksi. Kemasaman tanah yang cocok adalah pada pH tanah 6,0 – 7,0 (S1) dengan salinitas < 2 mmhos/cm (Djaenuddin, 1994).
2.      KACANG PANJANG
SYARAT TUMBUH
A.. Tanah
  Kacang panjang dapat tumbuh dengan baik ditanam di dataran tinggi, yaitu sekitar 1.500-2000 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah yang cocok adalah regosol karena mempunyai drainase yang baik. Tanah regosol hanya terdapat di daerah pegunungan yang mempunyai iklim sedang dengan curah hujan di atas 1500 mm/tahun. Tanah regosol biasanya berwarna kelabu, cokelat, dan kuning, bertekstur pasir sampai berbutir tunggal dan permeabel. Derajat keasaman (pH) yang optimal untuk pertumbuhan kacang panjang adalah 5,5 – 6.
B.   Iklim
a.     Curah Hujan
 Kacang panjang dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan curah hujan 1.500 – 2.500 mm per tahun.  Tanaman ini paling baik ditanam pada akhir musim kemarau (menjelang musim hujan) atau akhir musim hujan (menjelang musim kemarau). Pada saat peralihan, air hujan tidak begitu banyak sehingga sangat cocok untuk fase pertumbuhan awal kacamg panjang, fase pengisian, dan pemasakan polong. Pada fase tersebut dikhawatirkan terjadi serangan penyakit bercak bila curah hujan terlalu tinggi.
b.     Suhu
  Suhu udara yang paling baik untuk pertumbuhan kacang panjang adalah 20 – 25°C. Pada suhu kurang dari 20 °C tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis dengan baik, akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat .
c.     Cahaya
 Cahaya matahari diperlukan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Umumnya kacang panjang membutuhkan cahaya matahari yang besar .
d.     Kelembapan udara
  Kelembapan yang diperlukan kacang panjang sekitar 45 – 50 % . Kelembapan ini agak sulit diukur, tetapi dapat diperkirakan dari suburnya.
3.      TERUNG

DAFTAR PUSTAKA
http://wahyuaskari.wordpress.com/akademik/tanaman-jagung/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar